Makalah Mata Kuliah :
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR

1. Pendahuluan
Internet merupakan kata yang tak asing bagi masyarakat modern seperti saat ini. Sebagian orang menganggap bahwa internet merupakan bagian dari aktivitas hidup yang sangat penting, karena kini telah banyak orang yang menggunakan internet untuk berbagai keperluan di tempat pekerjaan atau kantor, sekolah, rumah, bahkan dimanapun berada. Yang menjadi pertanyaan, kenapa manusia saat ini begitu membutuhkan internet ? Apa sebenarnya internet itu ? Mungkin sebagian orang mengabaikan pertanyaan tersebut, yang penting bisa memanfaatkannya. Akan lebih baik jika kita mengetahui konsep dari internet itu sendiri, agar bisa memanfaatkan secara maksimal dari teknologi internet tersebut.

Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Secara fisik dianalogikan pada gambar 1, sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan. Node bisa berupa komputer, jaringan lokal atau peralatan komunikasi, sedangkan garis penghubung antar simpul disebut sebagai tulang punggung (backbone) yaitu media komunikasi terestrial (kabel, serat optik, microwave, radio link) maupun satelit . Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dipakai pengguna untuk mencari, menempatkan dan atau bertukar informasi di internet.

Walaupun secara fisik internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan lain sebagainya.

2. Sistem Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.
Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi ; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sistem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.
Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia disemua sektor, berarti kita akan membutuhkan sistem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.
Penelitian mengenai pengembangan sekolah secara jelas menunjukan salah satu cara yang paling efektif bagi sekolah yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat berbagi (sharing) informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan yang terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi kepala sekolah yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin kepala sekolah. Melalui penyampaian masalah secara kolektif diantara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan.
Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.
Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemampuan untuk berbicara bahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki lapangan kerja baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Dan hanya sekitar 20-30 % lulusan sekolah menengah yang melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi, maka dengan adanya komputer yang telah merambah disegala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran computer.
Oleh karena adanya prioritas yang tinggi untuk membangun fasilitas komputer diseluruh sekolah-sekolah di Indonesia dan adanya jarak yang cukup jauh antara sekolah provinsi di Indoesia, sepertinya Internet pilihan yang cukup baik untuk mengembangkan komunikasi antar sekolah, Kanwil, Kandep, dan DEPDIKNAS yaitu dapat dilakukan lewat Internet. Beberapa sekolah telah mengambil inisiatif untuk membangun fasilitas mereka sendiri. Berdasarkan langkah yang sudah ada ini, dan membiarkan hal itu berkembang sendiri yaitu tetap konsisten akan kebutuhan belajar siswa kita, maka Internet sebagai strategi yang sesuai untuk menjadi medium komunikasi yang sah.

3. Internet Sebagai Sumber Informasi
Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu sistem yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan sistem pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal ini bisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.
Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan “chat” melalui jaringan gratis “chat” yang sangat luas yaitu mIRC.

4. Kegunaan Internet bagi Para Pendidik
Bagi para pendidik internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih yaitu :
• Pengembangan Profesional
a. Meningkatkan pengetahuan
b. Berbagi sumber diantara rekan sejawat / sedepartemen
c. Bekerjasama dengan para pendidik dari dalam / luar negeri
d. Kesempatan untuk menerbitkan / mengumumkan hasil penelitian secara langsung (on-line)
e. Mengatur komunikasi secara teratur
f. Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.

• Sumber bahan mengajar :
a. Mengakses rencana belajar mengajar dan metodologi baru
b. Bahan baku dan bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran
c. Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas / sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.

5. Kegunaan Internet bagi Para Peserta DIdik
Bagi para peserta didik internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih, yaitu :
• Belajar sendiri secara cepat :
a. Meningkatkan pengetahuan
b. Belajar berinteraktif
c. Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian
• Memperkaya diri :
a. Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain
b. Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

6. Fasilitas Layanan Internet sebagai Media Pendidikan
Internet berkembang sangat pesat karena berbagai macam fasilitas yang ada di dalamnya. Fasilitas-fasilitas internet tersebut memiliki beberapa tujuan, yaitu :
a. Sebagai media melakukan transfer file
Transfer file yang dimaksud adalah untuk melakukan akses pada server lain yang jaraknya jauh. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan login terlebih dahulu dan memasukan password untuk bias mengaksesnya. Computer-komputer akan bias mengirim atau menerima (download) file atau data melalui jaringan internet ini. Fasilitas ini dapat digunakan untuk melakukan pengambilan dan penyimpanan arsip secara elektronik.
b. Sebagai media mengirim surat (e-mail)
Surat yang dikirim atau diterima melalui jaringan internet lebih deikenal dengan e-mail (electronic mail) atau surat elektronik. Disbanding dengan surat konvensional, e-mail memiliki banyak kelebihan antara lain :
• Lebih cepat sampai tujuan
• Lebih aman
• Fleksibel
• Sederhana dan format lengkap
c. Sebagai pusat pembelajaran dan pendidikan
Sebagai pusat pembelajaran internet sangat kaya akan informasi tentang ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi lainnya, sehingga internet sangat terkenal pula sebagai perpustakaan digital. Segala sumber ilmu tersedia baik secara gratis maupun dikenai biaya. Apabila kita ingin mendapatkan buku, majalah, atau jurnal dengan terbitan baru, maka kita akan bias dapatkan di internet.
d. Sebagai sarana untuk penjualan atau pemasaran
Banyak penyedia jaya informasi di internet yang bersifat komersil, dimana situs yang dibangun adalah unuk tujuan bisnis. Salah satunya untuk sarana promosi atau pemasran sebuah produk. Sebagai contoh http://www.yahoo.com yang sangat popular, kemudian http://www.msn.com, di Indonesia seperti http://www.detik.com, http://www.astaga.com dan lain sebagainya.
e. Melakukan mailing list, newgroup dan konferensi
Mailng list dan newgroup digunakan untuk melakukan diskusi on-line dalam sebuah forum tertentu untuk membahas permasalahan tertentu bagi pengguna internet yang memiliki masalah dan topik yang sama. Sedangkan konferensi digunakan apabila kita ingin melakukan komunikasi langsung dengan orang lain yang jaraknya jauh, misalnya antar Negara. Dengan bantuan software tertentu seperti Microsoft netmeeting dan didukung dengan pemakaian kamera video kita bias melakukan pembicaraan seperti bertemu langsung dengan lawan bicara kita.
f. Chatting
Chatting adalah sarana internet yang digunakan untuk komunikasi langsung dengan melalui tulisan atau kata-kata.

g. Mesin pencari (search engine)
Mesin pencari merupakan fasilitas yang disediakan oleh situs tertentu untuk mempermudah pencarian atau pelacakan informasi yang kita butuhkan secara cepat.
h. Untuk mengirim sms ke telepon selular
Internet juga menyediakan fasilitas mengirim SMS (Short Message Service) ketelepon seluler (HP) sesuai dengan nomor HP yang diinginkan. Tentunya dengan fasilitas ini kita bias menghemat biaya SMS.
i. Sarana intertaiment dan permainan
Dengan menggunakan internet kita bias bermain games secara on-line, banyak permainan yang menarik yang bias kita gunakan. Kita juga bias melihat video, atau men-download-nya, memutar lagu, atau sekedar melihat berita film. Selain itu kita juga bias mendengarkan radio di seluruh dunia yang on-line, dan masih banyak lagi yang lain.

7. Beberapa Dampak Negatif dari Internet
Ada beberapa dampak negative atau resiko dari penggunaan internet yang harus kita waspadai sebagai bahan pertimbangan yang objektif, yaitu :
• Adanya materi yang tidak layak
Anak-anak, murid dan kita bisa saja mendapatkan atau menemukan (sengaja maupun tidak) materi-materi yang tidak layak. Materi-materi tersebut misalnya materi pornografi, seksual, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan perilaku ataupun hal-hal lain yang sifatnya menghasut untuk melakukan aktifitas yang berbahaya atau ilegal. Seseorang bisa saja secara tidak sengaja kesasar ke situs-situs negatif.
Hal tersebut lantaran banyak situs-situs yang menggunakan nama domain / alamat yang menarik, atau bisa juga karena situs-situs tersebut mengelabui search engine melalui teknologi meta-tags. Salah satu cara untuk menghadapi resiko ini adalah dengan memasang parental software.
• Pelecehan fisik dan non fisik
Meskipun resiko ini termasuk jarang, tetapi tetap saja perlu diwaspadai. Ketika di Internet, bisa saja seseorang memberikan informasi ataupun merencanakan sesuatu yang beresiko pada keselamatan dirinya maupun keselamatan anggota keluarga yang lain. Seorang anak / murid bisa tanpa sengaja menerima e-mail, melakukan chat di sebuah chat room ataupun membaca pesan di mailing-list yang isinya merupakan pelecehan seksual, perendahan diri/martabat, ataupun pertengkaran debat kusir. Resiko ini mungkin tidak berpengaruh dalam keselamatan diri, tetapi dapat berdampak pada rasa percaya diri seorang anak / murid.
Dalam beberapa kasus, para pelaku paedofilia kerap menggunakan sarana komunikasi privat untuk membangkitkan keberanian calon korbannya untuk melakukan pertemuan face-to-face. Aktifitas atau percakapan yang menggunakan sarana komunikasi privat tersebut, seperti private chat, instant messaging dan e-mail, tidak dapat diketahui oleh orang lain selain melalui melalui layar monitor si pelaku dan si calon korban. Salah satu cara untuk menghadapi resiko ini adalah dengan tidak mempedulikan segala e-mail atau ajakan private chat dari orang-orang yang tidak dikenal betul.
• Pelanggaran privasi
Baik orang dewasa maupun anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan privasi di Internet. Apapun tentang dirinya, semisal nama, usia, alamat rumah, sekolah, dan sebagainya, adalah urusan pribadi anak tersebut dan keluarganya. Tidak seorang pun, termasuk perusahaan ternama sekalipun, yang berhak mendapatkan informasi data diri seseorang tanpa sepengetahuan dan seijin orang tersebut atau orang tua anak-anak tersebut.
Terkadang kebocoran privasi ini berkaitan apabila kita mengisi formulir online untuk mendapatkan layanan tertentu atau karena ketika berkomunikasi melalui e-mail atau chat room. Salah satu cara untuk menghadapi resiko ini adalah dengan tidak sejujurnya memberikan data-data pribadi yang dapat mengidentifikasikan diri kita, semisal nama lengkap, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, dan lain-lain.
• Madat, alkohol, rokok dan judi
Beberapa situs, newsgroup dan mailing-list mengandung informasi yang menyarankan pembacanya untuk menggunakan madat, merokok ataupun meminum minuman beralkohol. Banyak pula situs-situs yang menyediakan fasilitas judi secara online, baik yang menggunakan uang asli maupun hanya untuk sekedar simulasi saja. Dalam beberapa kasus, situs judi tersebut dapat beroperasi secara legal berdasarkan hukum yang mengatur di tempat situs tersebut secara fisik berada, tetapi secara umum perjudian tersebut dapat dilakukan oleh siapapun darimanapun, termasuk dari tempat yang secara legal melarang adanya perjudian. Kebanyakan situs judi meminta data-data kartu kredit ataupun cek untuk mentransfer dana tertentu sebelum bisa mengikuti permainannya. Salah satu cara untuk menghadapi resiko ini adalah dengan memasang parental software.
• Situs Pribadi
Fasilitas di Internet memungkinkan bagi anak-anak, murid dan remaja untuk membuat sendiri situs pribadi mereka, tanpa dipungut biaya apapun. Jika seorang anak / murid membuat sebuah situs pribadi, sangatlah penting bagi orang tua / guru untuk sering berkunjung ke situs tersebut guna melihat isinya. Pastikan bahwa anak / murid tidak menayangkan informasi pribadi, foto ataupun hal lainnya yang dapat mengidentifikasikan dirinya. Termasuk pastikan pula bahwa isi situs pribadi tersebut tidak akan menimbulkan masalah bagi anak / murid di rumah/ sekolah ataupun sesuatu yang melanggar hukum, berbahaya ataupun merugikan pihak lain.
Situs pribadi juga harus menghindari pelanggaran terhadap hak atas kekayaan intelektual, dengan cara tidak menayangkan materi-materi yang dilindungi oleh hak cipta tanpa seijin pemegang hak cipta tersebut. Salah satu cara untuk menghadapi resiko ini adalah dengan mengetahui apakah anak / murid kita memiliki sebuah situs pribadi atau tidak. Tanyakanlah alamat situsnya kepada mereka. Jika jawabannya tidak memuaskan, cobalah mencari melalui search engine dengan cara mencari berdasarkan keyword data-data diri anak, semisal nama, alamat, nomor telepon, nama sekolah ataupun nama sahabat atau teman dekat anak tersebut.
• Ruang publik
Newsgroup, forum, bulletin board, mailing-list dan chat room adalah ruang publik di Internet yang memungkinkan setiap orang untuk bertukar informasi, ide, resep, tips, cerita, foto dan banyak hal lainnya. Ada ribuan ruang publik yang isinya positif, semisal pendidikan, hobi, olahraga, hiburan, agama dan lain sebagainya. Tetapi banyak pula yang isinya negatif dan tidak layak bagi anak, murid dan remaja. Waspadailah setiap ruang publik yang dikunjungi oleh anak-anak dan murid kita. Tekankan pula kepada anak / murid untuk tidak gegabah merespon setiap pesan di dalam ruang publik. Karena secara umum, ketika kita merespon sesuatu di ruang publik, kita tidak hanya merespon kepada seseorang saja, tetapi menyebarkan pula respon kita tersebut ke setiap orang yang tengah berada di dalam ruang publik tersebut. Apapun yang ditulis olrh seorang anak / murid di Internet dapat dibaca oleh setiap orang.

8. Penutup
• Secara tidak langsung sarana-sarana dalam internet yang telah dikemukan merupakan media pembelajaran dan pendidikan. Kita bias mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari internet tersebut. Misalnya gambar-gambar, data-data, maupun tulisan-tulisan dalam internet bisa kita gunakan sebagai media pembelajaran.
• Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan dalam pembelajaran dan pendidikan, pemakaian Internet hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif, karena seperti mana yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Internet itu berisi berbagai macam informasi dan sumber-sumber informasi lain, sehingga dampak negatif dari penggunaan internet dapat kita minimalisir.

Referensi

Cyberwise@ictwatch.com. Apa itu Internet Sehat ? (diambil dari http://www.bebas.vlsm.org/v17/com/ictwatch/cyberwise/ pada tanggal 25 September 2007).

Jasmadi, 2004. Panduan Praktis Menggunakan Fasilitas Internet. Yogyakarta : Andi Offset.

Prawiradilaga, Dewi Salma dan Eveline Siregar. 2007. Mozaik Teknologi Pendidikan. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.

Rekdale, Phillip. Inter dan Pendidikan (diambil dari http://www.pendidikan.net/inter.html pada tanggal 25 September 2007).

Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta : Salemba Infotek.

About these ads