Makalah Mata Kuliah :

PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR

Oleh :

Fadli

  1. A. Pendahuluan

Tanggung jawab perguran tinggi dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam masyarakat yang sangat cepat perubahannya. Tantangan yang dihadapi para mahasiswa lulusan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang adalah menjadi tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dibidang keahliannya. Mengingat adanya komputer yang telah merambah di segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatu komitmen dan tanggung jawab terhadap sistem pendidikan guna meningkatkan  kemahiran komputer bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang. Sayangnya, biaya untuk membuat laboratorium komputer (LABKOM) yang representatif dan lengkap cukup mahal serta sulit dijangkau oleh Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang.

Pencapaian tujuan belajar mengajar praktek di Program Studi  Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang akan  ditentukan oleh kelengkapan fasilitas laboratorium, meliputi: jumlah hardware dan software komputer memadai, jenisnya lengkap, dan kualitasnya memenuhi syarat, dan sesuai dengan tingkat kemutakhiran teknologi.

Permasalahan umum yang dialami oleh Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang adalah terbatasnya anggaran untuk laboratorium sehingga mengakibatkan minimnya peralatan laboratorium yang tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa. Untuk itu diperlukan strategi dalam upaya menekan anggaran agar fungsi laboratorium sebagai sarana proses pembelajaran dapat berjalan seefisien mungkin sehingga mahasiswa merasakan manfaat laboratorium dan tentunya sejalan dengan keuntungan yang akan diperoleh oleh pihak perguruan tinggi/yayasan tersebut.

Beberapa strategi tersebut adalah dengan pengadaan komputer rakitan yang spesifikasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan, jika laboratorium dirancang untuk menggunakan jaringan workgroup maka penggunaan teknologi thin client merupakan solusi yang tepat karena dapat meminimalkan pemakaian hardware. Selain daripada optimasi hardware sistem manajemen juga perlu ditinjau kembali yaitu dengan menjadikan laboratorium sebagai sarana perpustakaan dan pusat informasi.

Oleh karena itu, makalah ini mengemukakan konsep laboratorium komputer sebagai sumber belajar dengan fokus pembahasan pada pemilihan infrastruktur dan pembenahan manajemen laboratorium komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang.

  1. B. Kelembagaan Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang

Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang, terletak di Gedung G Lantai 3, terdiri dari 40 komputer dengan spesifikasi Pentium III. Bila dibanding dengan laboratorium komputer di perguruan tinggi lain (laboratorium komputer Universitas Sriwijaya), tentu sangat jauh tertinggal, baik dari jumlah komputer maupun dari fungsi laboratorium komputer itu sendiri.

Gambar 1. Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan

Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang

Gambar 1. Ruangan Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang

Terlepas dari anggaran yang terbatas jika ditinjau dari minat mahasiswa terhadap penggunaan laboratorium sebagai sarana praktikum komputer dan akses informasi adalah sangat besar, yang tentunya menjadi salah satu faktor motivasi yang dapat meningkatkan hasil belajar. Akan semakin jelas terlihat hubungan minat mahasiswa terhadap penggunaan komputer di laboratorium jika dilakukan suatu metode melalui penyebaran wawancara kepada beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang, sebagai bahan acuan sementara dalam rangka  pemilihan infrastruktur dan pemenahan manajemen laboratoriumm komputer.

Hasil wawancara dari beberapa mahasiswa dapat disimpulkan bahwa mahasiswa :

  • Merasakan manfaat komputer dalam melakukan pekerjaan/aktivitas seperti tugas dari kampus.
  • Kepedulian, minat dan antusias untuk mengenali perkembangan teknologi yang behubungan dengan komputer cukup besar.
  • Jarang berinteraksi dengan internet
  • Laboratorium komputer yang belum mencukupi
  • Setuju jika sistem manajemen laboratorium komputer dibuat seperti                      sistem perpustakaan dan warnet meskipun dengan konsekuensi dipungut bayaran.

Adapun upaya menekan anggaran laboratorium dapat dibagi 2 yaitu : dari segi pemilihan infrastruktur dan pembenahan manajemen.

  1. C. Pemilihan Infrastruktur Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang
  2. 1. Tanpa Jaringan Workgroup (Local Area Network/LAN)

Jika laboratorium digunakan tanpa jaringan workgroup (Local Area Network/LAN) penggunaan komputer rakitan merupakan solusi yang tepat karena selain murah kualitas kinerjanya juga tidak kalah dibandingkan dengan komputer yang branded. Dengan menggunakan komputer rakitan, spesifikasinya dapat kita tentukan berdasarkan kebutuhan dan terutama anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Misalkan dengan pemilihan prosessor, motherboard, bahkan monitor recycle cukup banyak beredar dipasaran dengan kualitas dan isu yang berbeda. Menggunakan komputer rakitan biasa dipergunakan untuk laboratorium kampus yang tidak menggunakan jaringan workgroup/LAN.

  1. 2. Menggunakan Jaringan Workgroup (Local Area Network/LAN)

Penggunaan teknologi thin client merupakan teknik untuk meminimalkan pemakaian hardware selain meningkatkan produktivitas. Kebutuhan dalam menggunakan LAN yang efektif pemilihan pertama kali dilakukan dengan berdasarkan pemilihan komputer, aplikasi software dan infrastruktur. Kemudian ditambahkan dengan pemeliharaan dan upgrade komputer serta aplikasi.

Teknologi komunikasi informasi mempunyai solusi yang tepat dan hemat biaya yaitu dengan penggunaan komputer tanpa prosessor, tanpa harddisk, tanpa CD ROM, tanpa floopy disk dan perangkat lain yang lazim ada komputer desktop, yang disebut ThinPC. Bentuknya kecil seperti buku dan dibelakang terdapat konektor-konektor untuk menghubungkan mouse, keyboard, monitor serta kabel LAN untuk terhubung kedalam sistem jaringan digital.

Instalasi ThinPC ini cukup sederhana dengan memasang aplikasi perkakas manajemen pada server (bisa berbasis Windows server atau Linux). Cukup menghubungkan berbagai kabel untuk monitor, keyboard, mouse, listrik dan kabel LAN secara otomatis ThinPC akan terhubung dengan OfficeStation dan menghadirkan sebuah tampilan yang ada pada konfigurasi server. Semua aplikasi yang terpasang pada komputer server bisa digunakan oleh ThinPC baik akses jaringan internet maupun aplikasi office.

Pada teknologi thin client, pada sisi clientnya masih mempunyai sistem operasi yang berdiri sendiri diikuti aplikasi yang akan digunakan disisi client dan kemudian selanjutnya dilakukan akses pada aplikasi yang ada di server. Sebenarnya metode ini hampir menyerupai teknologi dump terminal dari Unix atau Netware dari Novell. Semua kebutuhan untuk menyimpan data atau memperbesar kemampuan memory tersedia secara sentral pada komputer server.

Menggunakan topologi star jika salah satu workstation mengalami kerusakan maka keseluruhan jaringan masih tetap bisa berkomunikasi, namun kontrol terpusat (konsentrator) menjadi bagian yang riskan dan kritis. Jika kita buat perbandingan biaya antara pemakaian yang menggunakan komputer desktop dan komputer ThinPC, terlihat penggunaan dengan ThinPC sangat hemat. Kalau dibuat perbandingan model jaringan client server, perhatikan tabel berikut ini:

TABEL 1. PERBANDINGAN MODEL JARINGAN

Jadi dengan menggunakan ThinPC jelas dapat menekan biaya anggaran untuk pemeliharaan maupun hardware pada laboratorium. Selain itu pengelolaan manajemen laboratorium perlu ditinjau kembali.

  1. D. Manajemen  Laboratorium Komputer Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang
  2. 1. Membangun Warung Internet (Warnet)

Selain daripada penghitungan pemilihan hardware, manajemen laboratorium perlu untuk dianalisa kembali. Selama ini penggunaan laboratorium hanya dipergunakan pada saat praktikum saja kemudian laboratorium ditutup kembali sampai dengan waktu praktikum yang lain. Komputer tidak dipergunakan semaksimal mungkin dengan berbagai alasan diantaranya menjaga agar komputer tidak cepat rusak, padahal jika tugas kepala laboratorium atau asisten laboratorium mempunyai jadwal pemeliharaan yang tepat untuk setiap PC hal tersebut dapat dihindarkan. Pendapatan dari laboratorium yang dimanfaatkan dengan pola warnet, dapat menekan biaya operasional dan mengembalikan biaya investasi .

  1. 2. Manajemen Waktu Praktikum

Pengaturan waktu yang tepat untuk penggunaan jam praktek dan jam bebas perlu diatur dan dibuat pengumuman jadwal, selanjutnya pada jam bebas diberlakukan aturan seperti halnya sistem perpustakaan yaitu dengan mencatat setiap PC yang akan digunakan yang meliputi identifikasi (ID) PC, lama pemakaian komputer dan ID user. Penggunaan ID User dapat menggunakan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dari tindakan user yang tidak bertanggung jawab.

Dengan cara seperti tersebut diharapkan laboratorium berfungsi sangat efisien yaitu mahasiswa mendapatkan fasilitas maksimum didalam menggunakan laboratorium komputer dan pihak perguruan tinggi ataupun yayasan memperoleh penambahan pendapatan yang dapat dialokasikan ke anggaran pemeliharaan laboratorium

  1. E. Penutup

Ketergantungan mahasiswa yang belum bekerja terhadap laboratorium dan rental komputer cukup besar, sehingga dengan penambahan fasilitas pada laboratorium komputer dan kemudahan dalam mengakses informasi merupakan salah satu cara untuk menaikkan motivasi dan prestasi belajar. Namun kendala anggaran yang terbatas sering dijadikan alasan untuk tidak melengkapi sarana/laboratorium.

Pemilihan hardware yang tepat guna tentu akan menekan anggaran biaya pada laboratorium. Penggunaan ThinPC merupakan salah satu terobosan untuk menghemat biaya dibandingkan dengan komputer desktop, dari segi pemeliharaan  tidak membutuhkan penambahan berbagai hardware seperti harddisk atau memory dan kompabilitas mampu menjalankan berbagai aplikasi Windows buatan Microsoft, aplikasi perkantoran, browser internet, e-mail serta untuk memainkan game.

Pengubahan manajemen didalam laboratorium juga perlu sehingga manfaat penggunaan komputer menjadi maksimal karena tidak digunakan pada saat praktek saja, meskipun dengan konsekuensi mahasiswa harus membayar untuk setiap aktivitas pada laboratorium diluar jam praktikum.

☻☺♥☺☻

REFERENSI

Agung, Muhamad. Laboratorium yang Efektif (http://www.blog.muhamad.com diakses pada tanggal 24 November 2008)

Purbo, Onno W. 2001. Masyarakat Pengguna Internet di Indonesia (http://www.geocities.com/inrecent/project.html diakses pada tanggal                   24 November 2008)

Soekartawi. 2002. Prospek Pembelajaran Melalui Internet. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional ‘Teknologi Kependidikan’ yang diselenggarakan oleh UT-Pustekkom dan IPTPI, Jakarta, 18-19 Juli 2002.

Sutanta, Edhy.  2005. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta : Graha Ilmu.