By : Rika”ikha”Octalisa

Ketika hati mendekati jiwa yang mati
Sahabat…
Engkau mengimpun jiwa yang lara
Mengurangi gundah, membagi perkara
Dan memberi tausiah…

Mengajarkan keistiqomah’an yag tak berhingga
Sahabat…
Engkau bagai darah yang membentuk himpunan dinadi
Bagai udara yang melintas diparu-paru
Dan…
Bagai nafas yang terus berhembus

Namun,
Saat ini ketika muram hati datang
Menyita sudut-sudut hati yang terluka
Meronta bagai pecahan kaca

AKU dan KAMU laksana garis lurus yang hanya memiliki dua titik
Tidak akan pernah sama dan tak ada yang mengalah
Tapi, hati kita selalu pada rel yang sama
Yang membiaskan nuansa hati serta memberi arti

SAHABAT  itu JIWA
Jiwa yang tak ada jangkauan
SAHABAT itu NUANSA HATI
Nuansa hati yang selalu mengatakkan kebenaran
Namun,
SAHABAT  itu TULUS
Sehingga terlalu sulit untuk diterjemahkan dalam Logika !!!

***

Iklan