A. Pendahuluan

Perkembangan teknologi dan peradaban dunia yang pesat berbanding lurus dengan kerumitan masalah yang ditimbulkannya. Masalah yang dihadapi dunia saat ini adalah masalah global yang memerlukan penanganan yang berbeda dengan yang telah dilakukan sebelumnya. Masalah-masalah yang dihadapi dunia saat ini merupakan masalah yang bersifat multi sektoral dan memiliki kaitan satu sama lain.

Masalah yang kompleks tersebut tidak lagi dapat diatasi hanya dengan menggunakan satu disiplin atau pendekatan saja. Kita sebagai warga dunia, sebagaimana yang dianjurkan oleh UNESCO, perlu berperan serta secara aktif dalam mencari solusi yang terbaik dalam menghadapi masalah global yang ada saat ini. Kita perlu mencari pendekatan baru yang lebih baik untuk mengatasi masalah global yang bersifat multi sektoral. UNESCO sebagai organisasi dunia yang bersifat multisektoral, mencetuskan penggunaan pendekatan transdisiplin untuk menghadapi masalah dunia yang kita hadapi saat ini. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang bersifat monodisiplin. Pendekatan dengan memanfaatkan disiplin tunggal atau monodisiplin tidak lagi dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap upaya-upaya yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang bersifat global dan menjadi semakin rumit.

Ada empat isu utama tentang masalah-masalah yang kerap dibahas dan memerlukan pendekatan multisektoral yaitu: 1) Agresi manusia; 2) Distribusi sumberdaya secara harmonis; 3) Perkembangan pandangan dunia yang bersifat antroposentrik; dan 4) Realisasi potensi dan pemberdayaan manusia melalui pendidikan.

B. Pendekatan Transdisiplin

Pendekatan transdisiplin memiliki perbedaan dengan pendekatan multidisiplin dan interdisiplin. Pendekatan multidisiplin dan interdisiplin memperlihatkan disiplin yang tersegmentasi. Kedua pendekatan ini, multidisiplin dan interdisiplin, tidak memiliki konsep integrasi yang diperlukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap masalah yang ada. Pendekatan multidisiplin masih memperlihatkan unsur-unsur monodisiplin didalamnya. Baik pendekatan interdisiplin maupun multidisiplin belum memperlihatkan adanya keluasan pemikiran yang terintegrasi yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang bersifat global dan kompleks.

Pendekatan transdisiplin dapat dipandang sebagai ruang intelektual atau “intellectual space” yang merupakan wilayah tempat isu-isu yang dibahas saling dikaitkan, dieksplorasi, dan dibuka untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Dalam ruang intelektual isu-isu dibahas dan juga dipikir ulang (rethinking) serta dianalisis untuk dapat diimplementasikan. Transdisiplin mempunyai kesamaan makna dengan transektoralitas yang juga memerlukan kajian. Tujuan dari pendekatan trandisiplin adalah untuk membangun pandangan-panclangan yang diperlukan untuk mengeksplorasi makna baru dan sebuah sinergi.

Penggunaan pendekatan transdisiplin dilakukan untuk mencapai sasaran yaitu: 1) Bagaimana menghadapi aspek-aspek realitas; 2) Bagaimana memahami isu-isu global dan kompleks; 3) Bagaimana mendorong sinergi antar disiplin; 4) Bagaimana menggalang kerjasama antarahli berbagai sektor. Implementasi transdisiplin mengandung makna adanya kerja kooperatif atau sinergi di antara orang-orang dan sektor-sektor yang terlibat di dalamnya. Penerapan transdisiplin digunakan untuk mencapai sesuatu di luar dimensi kuantitatif Adanya sinergi dalam konsep transdisiplin dimaksudkan untuk mencapai tingkat harmoni yang lebih tinggi dari integrasi ilmu pengetahuan yang disebut dengan simponi.

Ada banyak pendapat mengenai makna transdisiplin. Menurut Julie Thompson Klein: “…transdisiplin adalah pengetahuan praktis yang bersifat reflektif yang mempertimbangkan pluralitas dan kompleksitas kondisi manusia.” Pendekatan transdisiplin yang digunakan untuk mengatasi masalah-masalah global yang bersifat kompleks memiliki beberapa elemen penting yaitu: 1) Praksis yang bersifat aktif yang melibatkan aktivitas transformasi, integrasi, dan rekonstutif; 2) Bersifat non-inklusif; 3) Memerlukan adanya proses refleksi diri; 4) Memiliki dimensi kompleksitas (kerumitan); 5) Bersifat plural dengan memanfaatkan perspektif pengetahuan yang berbeda; 6) Berorientasi ke masa depan atau future oriented.

Trandisiplin merupakan pendekatan kolektif yang memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan analisis manusia dalam memahami sistem yang lebih besar dan komopleks. Makna penting yang menandai transdisiplin adalah proses integrasi dari multidisiplin yang digunakan untuk membahas isu atau menghadapi pertnasalahan. Transdisiplin mempunyai manfaat tidak hanya digunakan untuk menghadapai masalah-masalah kompleks semata, tapi juga untuk melibat adanya problem baru yang muncul akibat dari analisis yang mendalam dari proses interdisiplin. Perbcdaan penting antara inter transdisiplin dan transdisiplin adalah sebagai berikut: dalam pendekatan interdisiplin analisis masalah yang dihadapi dilakukan secara paralel, sedangkan dalam pendekatan transdisiplin, disiplin yang terlibat di dalamnya menawarkan pendekatan yang spesifik dan bahkan asumsi dasar untuk menciptakan dialog untuk memahami isu-isu kompleks yang sedang dihadapi. Transdisiplin dengan kata lain merupakan upaya gabungan untuk memahami masalah global yang sering bersifat kompleks.

Dalam menerapkan pendekatan transdisiplin, kita tidak perlu bergantung kepada formula-formula stereotype, prosedur yang telah dibuat sebelumnya, dan jawaban-­jawaban standar seperti yang biasa ditemukan. Upaya untuk menerapkan pendekatan transektoralitas bukan merupakan upaya yang mudah. Hal penting yang perlu disadari adalah bahwa penggunaan pendekatan transdisiplin memerlukan pandangan, disposisi, perilaku, dan cara berpikir yang bersifat baru.

C. Kesimpulan

Transdisiplin merupakan cara yang kita perlukan jika menghadapi dan ingin mengatasi masalah-masalah kompleks dan global pada saat ini dan pada millennium mendatang. Pengetahuan merupakan temuan-temuan dan hasil observasi yang sangat bernilai, persepsi tentang dunia, balk langsung maupun melalui perangkat ilmiah, selalu ditunmkan melalui sejarah yang panjang.

Pengalaman dan pengetahuan merupakan hasil interpretasi personal antara objek yang kita amati dengan kita sendiri sebagai subjek atau ilmuwan. Albert Einstein Dalam hal ini mengemukakan bahwa: “… The significant problems we face cannot be solved by the same level of thinking that created them.”

Implementasi pendekatan transdisiplin dalam upaya menghadapi isu-isu dan mencari solusi yang bersifat global dan kompleks memerlukan adanya dialog antar disiplin. Dialog ini diperlukan untuk menghubungkan dan meningkatkan saling pengertian antar disiplin.

ooo 000 ooo