A. Pendahuluan

Fenomena posmodern mencakup banyak dimensi dari masyakat kontemporer. Pada intinya, Posmodern adalah suasana intelektual atau ”isme” postmodernisme. Para ahli saling berdebat untuk mencari aspek-aspek apa saja yang termasuk dalam posmodemism. Tetapi mereka telah mencapai kesepakatan pada satu butir: fenomena ini menandai berakhirnya sebuah cara pandang universal. Etos posmodem menolak penjelasan yang harmonis, universal, dan konsisten. Mereka menggantikan semua ini dengan sikap hormat kepada perbedaan dan penghargaan kepada yang khusus (partikular dan lokal) serta membuang yang universal. Posmodernisme menolak penekanan kepada penemuan ilmiah melalui metode sains, yang merupakan fondasi intelektual dari modernisme untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

A                                                                  B

Modernisme Posmodernisme
1. Adalah pemikiran yang mengagungkan 1. Pemikiran yang mengkritik modemisme,
akal    budi   serta   rasionalitas   manusia dimana berbuah pada modernitas kehidupan
sebagai    sumber    pengetahuan  menuju manusia, yang menurut kaum Posmodem,
kebebasan manusia. membunuh rasionalitas itu sendiri.
2.                 Lahir, karena memandang manusia 2.                           Lahir,     karena        melihat    kegagalan
selalu   terbelenggu  oleh   dogma-dogma modemitas yang “dirohi” oleh modernisme,
tradisional           dan      agama,     sehingga yang        mulanya        menginginkan   manusia
menyebabkan       manusia      selalu     menjadi bertindak       sebagai       subjek,      namun
objek, dart dogma tersebut. Modernisme, kenyataannya,       kaum      posmodemisme
sangat berpusat pada manusia sebagai berpendapat, modernitas dan modemisme,
subjek bukan objek. malah menjadikan manusia sebagai objek.

B. Modernisme dan Posmodernisme

Kaum modemis menganggap bahwa teknologi akan menjadi sumber kebahagiaan manusia dan menjanjikan dunia yang lebih baik. Namun, hal itu tidak berlangsung lama, sampai kemudian ditemukan juga begitu banyak dampak negatif dari ilmu pengetahuan bagi dunia. Teknologi mutakhir ternyata sangat membahayakan dalam peperangan dan efek samping kimiawi justru merusak lingkungan hidup. Dengan demikian, mimpi orang-orang modemis ini tidaklah berjalan sesuai harapari dan berakhir dengan kehancuran manusia itu sendiri.

Posmodernisme adalah nama gerakan dikebudayaan kapitalis lanjut, secara khusus dalam seni. Terdapat pengertian bahwa bila orang melihat modernisme sebagai kebudayaan modernitas, maka posmodernisme akan dipandang sebagai kebudayaan posmodemisme. Munculnya posmodemisme diawali terdapatnya asumsi yang naif di kalangan ilmuwan, bahwa semua ilmu dan pengetahuan ilmiah harus dapat diamati, diverifikasi, secara empiris dan kuantitatif. Asumsi ini berkembang bersamaan dengan kemunculan filsafat positivisme logis. Pengaruh positivisme logis ini berimbas pada hampir setiap disiplin ilmu yakni dengan meletakkan dasar pijakannya pada verifikasi empiris dan kuantitatif yang sampai saat ini menjadi simbol justifikasi ilmiah.

Posmodemisme timbul sebagai akibat kegagalan aliran kehidupan modern yang ditandai dengan kesenjangan kehidupan dunia barat dan timur, kekerasan atas manusia lain, kelaparan, keterasingan, penihilan nilai manusia, serta penjajahan secara fisik dan mental. Hal ini sebagai akibat dari kegagalan ilmu dan pengetahuan melayani kehidupan manusia itu sendiri (karena keegoisan manusia).

Dapat disimpulkan, kesadaran manusia atas realitas mengalahkan segala yang ada dalam kehidupannya. Manusia menjadi lupa bahwa terdapat sesuatu yang menjadi penentu dan pengarah kehidupannya. Hati nurani tidak lagi menjadi alat kontrol dalam menyikapi kehidupan pada saat sebuah lingkungan menjanjikan petualangan, kekuasaan, kegembiraan, pertumbuhan, yang jika disadari lebih dalam dapat merupakan arah menuju kehancurannya. Maka, dapat dikatakan kesadaran transendental berada di titik paling lemah.

Menurut Sugiharto, beberapa kecenderungan dasar umum posmodernisme, misalnya: 1)Kecenderungan menganggap klaim tentang realitas sebagai konstruksi semiotis, artifisial, dan ideologis; 2) Skeptis terhadap segala bentuk keyakinan tentang “substansi” objektif; 3) Realitas dapat ditangkap dan dikelola dengan banyak cara, serta dgn banyak sistem; 4) Paham tentang “sistem” sendiri dengan konotasi otonom dan tertutupnya cenderung dianggap kurang relevan, diganti dengan “jaringan”, “relasionalitas” ataupun “proses” yang senantiasa saling-silang dan bergerak dinamis; 5) Cara pandang yang melihat segala sesuatu dari sudut oposisi biner pun dianggap talc lagi memadai. Segaia unsur ikut sating menentukan dalam interaksi jaringan dan proses; 6) Melihat secara holistik berbagai kemampuan lain selain rasionalitas, misalnya emosi, imajinasi, spiritualitas; dan lainnya; 7) Menghargai segala hal lain (otherness) yang lebih luas, yang selama. ini tidak dibahas atau bahkan dipinggirkari oleh wacana modern, misalanya kaum perempuan, tradisi lokal, dan sebagainya.

C. Perkembangan Sejarah dan Tokoh-Tokoh Posmodern

Filsafat postmodern pertama kali muncul di Perancis pada sekitar tahun 1970-an, ketika Jean Francois Lyotard menulis pemikirannya tentang kondisi legitimasi era posmodern, dimana narasi-narasi besar dunia modem (seperti rasionalisme, kapitalisme, dan komunisme) tidak dapat dipertahankan lagi. Seperti yang telah diterangkan di atas, pada awalnya lahir dari kritik terhadap arsitektur modern, dan hams kita akui kata posmodern itu sendiri muncul sebagai bagian dari modernitas. Ketika posmodem mulai memasuki ranah filsafat, pos dalam pos modem tidak dimaksudkan sebagai sebuah periode atau waktu, tetapi lebih merupakan sebuah konsep yang hendak melampaui segala hal modem. Konsep posmodemitas yang sering disingkat sebagai posmodem ini merupakan sebuah kritik atas realitas modemitas yang dianggap telah gagal dalam melanjutkan proyek pencerahannya.

Berikut ini beberapa tokoh posmodern yaitu: 1) Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844-1900); 2) Jean Francois Lyotard; 3) Jean Baudrillard; 4) Jacques Derrida (Aljazair, 15 Juli 1930- Paris, 9 Oktober 2004).

Menurut Salle McFague ciri dari posmodern adalah: 1) Menginginkan penghargaan besar terhadap alam; 2) Menekankan pentingnya bahasa dalam kehidupan manusia; 3) Mengurangi kekaguman terhadap ilmu pengetahuan, kapitaslisme, dan teknologi; 4) Menerima tantangan agama lain terhadap agama dominan. Menerima dan peka terhadap agama baru; 5) Menggeser dominasi kulit putih di dunia barat; 6) Mendorong kebangkitan golongan tertindas, seperti golongan ras, gender, kelas sosial yang tersisihkari; 7) Menumbuhkan kesadaran interdependensi secara radikal dari semua pihak dengan yang dapat terpikirkan.

Sumbangsih Posmodern kepada negara-riegara berkernbang: 1) Memberi kesempatan untuk maju sederajad dengan negara-negara maju; 2) Dalam percaturan politik dunia, menjadi penseimbang politik dan memiliki HAM yang sama seperti yang tertuang dalam Human Right Declaration; 3) Dengan faham bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak, maka ada kesempatan untuk saling berbagi dalam semua aspek hidup termasuk agama; 4) Belajar menjadi dewasa dalam berpikir, bersuara dan memberikan pendapat; 5) Belajar menghargai pendapat sesama yang berbeda; 6) Tidak lagi mengejar yang bersifat struktural oleh karena sudah berada dalam era poststruktural; 7) Yang menjadi tekanan dalam dunia pastoral adalah mengajar sesama untuk menjadi dewasa dan dapat menolong dirinya sendiri; 8) Tetap menekankan kepada kebebasan yang bertanggung jawab; 9) Setiap orang ditantang untuk mempersiapkan din memasuki hari tua agar tetap bisa berprestasi karena terjadinya kesejangan antara orang tua dan muda; 10) Perlu dipikirkan sebuah cara atau kegiatan pastoral untuk mengembalikan keharmonisan keluarga; 11) Ketakutan memasuki hari tua hanya dapat diatasi melalui sebuah keyakinan bahwa hari tua adalah hari yang indah dan ketika menjadi tuapun masih bisa berprestasi; 12) Tuhan akan menyertai sampai akhir hayat manusia; 13) Dunia ini harus dikembalikan kepada pemilikNya yaitu Allah; 14) Tugas manusia adalah memelihara ciptaan Tuhan dalam konteks memelihara lingkungan hidup secara bertanggung jawab; 15) Karakter perorangan harus menjadi satu dalam karakter komunitas; 16) Dalarn konteks dunia semacam ini komunikasi atau pemberitaan Firman harus disampaikan secara holisiik dan dilakukan meialui kehadiran orang-orang beragama di tengah masyarakat; 17) Dampak positif dan negatif yang dihasiikan oleh gerakan postmodern masih dapat dikelola dengan wajar; 18) Ternyata postmodern bukan sesuatu yang menakutkan dan harus ditolak, tetapi harus diterima secara kritis; 19) Posmodern lebih bersifat kebudayaan dari pada pergerakan.

Kelebihan Posmodernisme adalah: 1) Adanya kediktatoran pemaknaan; 2) Anti totaliter yang membebaskan manusia dari totalitarisme makna; 3) Kebebasan beragama meruapakan jaminan terhadap martabat manusia yang terpenting; 4) Menolak “narasi besar” demi “narasi-narasi kecil”. Kelemahan Posmodernisme adalah: 1) Posmodernisme, buta terhadap kenyataan bahwa narasi kecil mengandung banyak kebutuhan; 2) Posmodernisme tidak membedakan antara idiologi di satu pihak, dan prinsip-prinsip universal etika terbuka di lain pihak; 3) Posmodernisme menuntut untuk menyingkirkan narasi-narasi besar demi narasi-narasi kecil, padahal narasi-narasi kecil sendiri merupakan narasi besar dengan klaim universal

ooo 000 ooo

Iklan