Category: Teknologi Pendidikan



Dalam rangka memperingati hari guru tahun 2015, Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Lubuklinggau mengadakan akan Seminar Nasional dan Lomba Media Pembelajaran 2015, dengan tema”Pemanfaatn dan Inovasi Sumber Belajar dalam Meningkatan Kualitas Pembelajaran”, yang akan dilaksanakan tgl 21-22 Nopember 2015.

Brosur Brosur

Iklan

Pemikiran-pemikiran yang dikemukan oleh beberapa ahli mengenai belajar dan pembelajaran merupakan dasar dalam desain pengembangan model pembelajaran berbasis web. Pemikiran-pemikran tersebut terwujud dalam prinsip-prinsip belajar berbasis web, yaitu: a) belajar mandiri; b) belajar tuntas; c) belajar aktif; d) belajar berjaringan.
Baca lebih lanjut


Berikut ini akan dijelaskan beberapa model pengembangan pembelajaran yaitu: a) Model ASSURE; b) Model ADDIE; c) Model Jerold E. Kamp, dkk; d) Model Dick & Carey; e) Model IDI; f) Model Gerlach & Ely g) Model Bela H. Banaty.

 

    Baca lebih lanjut


Penelitian sejarah dapat dilihat dari segi perspektif  sejarah/historis, serta waktu terjadinya fenomena-fenomena yang diselidiki. Banyak ahli yang mempersamakan metode sejarah  dengan metode dokumenter, karena dalam metode sejarah banyak data yang didasarkan pada dokumen-dokumen. Metode sejarah tidak sama dengan metode dokumenter, karena metode dokumenter dapat saja mengenai masalah maslah kini dan tidak perlu mengenai masalah lalu. Penelitian sejarah menggunakan catatan observasi atau pengamatan catatan observasi atau pengamatan orang lain yang tidak dapat diulang-ulang kembali.

    Baca lebih lanjut

MEDIA PEMBELAJARAN


Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar, yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Jadi media merupakan sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan.[1] Menurut Miarso, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.[2]

Baca lebih lanjut


Fadli

E-mail: fadli_pjl@yahoo.com

  

Abstrak

 Model pembelajaran virtual pada pelajaran matematika adalah pembelajaran yang didesain di dalam kelas (laboratorium computer) yang menggunakan media website interaktif, sehingga terjadi interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan media, dan siswa dengan guru.  Dalam model pembelajaran virtual ini didesain setiap satu computer digunakan oleh dua orang siswa, yang bertujuan agar siswa bekerjasama dalam pembelajaran sehingga terjadi interaksi antara mereka. Materi pelajaran didesain secara interaktif, sehingga siswa dapat termotivasi dalam pembelajaran matematika. Guru dalam hal ini sebagai fasilisator, yang memotivasi siswa secara verbal maupun non verbal (menggunakan media website). Hasil kerja siswa berupa latihan, evaluasi ataupun pertanyaan dan tanggapan akan tersimpan di dalam program yang dibuat, sehingga mempermudahkan guru untuk merekapitulasi (mengkoreksi) hasil kerja siswa tersebut.

 

Kata kunci: desain, model pembelajaran virtual
Baca lebih lanjut


  1. A.    Pendahuluan

Knowledge Management (KM) bukan perkara yang sederhana, karena luas dan kompleksnya bidang KM ini para ahli mencoba membangun model untuk KM. KM dilaksanakan dalam sistem pengelolaan pengetahuan, atau Knowledge Management System (KMS). Sebagian besar organisasi yang menerapkan KMS, menggunakan pendekatan tiga-cabang untuk mengelola pengetahuannya, yaitu – Manusia (People), Proses (Process), dan Teknologi (Technology). Penekanan terhadap tiap-tiap elemen bisa berbeda di setiap bagian organisasi.

Gambar 1. Salah satu contoh model pendekatan KM

Model pendeketan KM tersebut, bisa dibagi atas beberapa dimensi. Menurut  Frappaolo (2006), dimensi KM dibagi atas dua bagian yaitu e-dimensi dan dimensi global. Yang dimaksud dengan e-dimensi adalah aplikasi KM dengan menggunakan pendekatan teknologi yang meliputi: profil individu, kategorisasi/taksonomi, visualisasi pengetahuan, pencarian solusi dan pengambilan keputusan yang tepat, adanya perwakilan /pelaku dalam pemecahan masalah, pekerja tetap, dukungan terhadap keputusan, aplikasi kunci yang berfungsi dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan dimensi global merupakan pengetahuan yang lengkap dan terbuka untuk berbagi (open sharing) melintasi batas, misalkan antar department, corporate atau regional.  KM secara global  meliputi: Efek dari WWW pada KM, Komunitas KM, dan Pasar/market pengetahuan global. Baca lebih lanjut


Oleh :

Fadli 

 

 

  1. 1.      Cunningham, W. G. & Cordeiro, P. A. (2003). Educational Leadership : A Problem Based Approach. Boston, MA : Allyn & Bacon. (412 halaman)

 

Buku ini dikemas dalam 13 bab (terdiri atas 412 halaman),  yang isinya fokus kepada isu-isu yang terkait dalam kepemimpinan belajar. Kepemimpinan Belajar merupakan sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang membahas secara komprehensif masalah-masalah yang berkaitan dengan administrasi belajar.
Baca lebih lanjut


Model adalah sesuatu yang menggambarkan adanya pola berpikir. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan. Dengan kata lain model juga dapat dipandang sebagai upaya dan untuk mengkonkretkan sebuah teori sekaligus juga merupakan sebuah analogi dan representasi dari variable-variabel yang terdapat di dalam teori tersebut.[1] Sedangkan menurut Robins, “A model is an abstraction of reality; a simplified representation of some real-world phenomenon.”[2] Maksud dari definisi tersebut, model merupakan representasi dari beberapa fenomena yang ada di dunia nyata. Definisi model juga diungkapkan oleh Miarso yaitu model adalah representasi suatu proses dalam bentuk grafis dan/atau naratif, dengan menunjukkan unsur-unsur utama serta strukturnya. Dalam hal ini dimungkinkan penafsiran model naratif ke dalam bentuk grafis, atau sebalikny.[3] Jadi dari definisi-definisi tersebut dapat di simpulkan bahwa model merupakan suatu proses pola pikir dan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya, yang direpresentasikan dalam bentuk grafis dan/atau naratif.

Dalam desain sistem pembelajaran, model biasanya menggambarkan langkah-langkah atau prosedur yang perlu ditempuh untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik.[4] Jadi suatu model dalam pengembangan pembelajaran  adalah suatu proses yang sistematik dalam desain, konstruksi, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi sistem pembelajaran.
Baca lebih lanjut


A. Pendahuluan
Konsep Knowledge Management (KM) berasal dan berkembang didunia bisnis, diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperbaiki pengoperasian perusahaan dalam rangka meraih keuntungan kompetitif dan meningkatkan laba. KM digunakan untuk memperbaiki komunikasi diantara manajemen puncak dan diantara para pekerja untuk memperbaiki proses kerja, menanamkan budaya berbagai pengetahuan, dan untuk mempromosikan dan mengimplementasikan system penghargaan berbasis kinerja.
Di dalam berbagai literatur, terutama pada awal berkembangnya pemanfaatan internet pada tahun 1990an, yang menjadi pendorong utama berkembangnya penerapan KM. Seperti telah disebutkan sebelumnya, hingga saat ini definisi manajemen pengetahuan masih beragam di antara para penulis. Perbedaan tersebut disebabkan oleh sulitnya untuk membedakan secara tegas antara informasi dan pengetahuan.
KM merupakan langkah strategis bagi setiap perusahaan untuk mampu memanfaatkan aset pengetahuan. Perusahaan akan lebih mampu memahami secara jelas terhadap pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung satu kompetensi yang disyaratkan untuk satu pekerjaan tertentu di perusahaan/organisasi tersebut. Perusahaan/organisasi akan memahami bahwa penerapan KM yang didukung sistem yang baik akan sangat membantu penerapan KM secara sistematik. KM merupakan intervensi bersama-ssama dari sumber daya manusia, proses dan teknologi untuk mendukung proses pembuatan (creation), pembauran (assimilation), penyebaran (dissemination) dan pemanfaatan (application) pengetahuan di dalam lingkungan perusahaan/ organisasi. Baca lebih lanjut